AKURATCO
AKURATCO Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir menggenangi 35 desa di 8 kecamatan yang ada di Madiun, Jawa Timur Dan banjir tersebut mulai merembes ke Jalan Tol Trans Jawa arah Madiun-Kertosono sehingga menimbulkan kemacetan
Kemacetan yang terjadi di jalan tol yang baru dioperasionalkan oleh pemerintah ini menuai sindiran dari para warganet (netizen) Ada yang berkomentar jika analisis dampak terhadap lingkungan (Amdal) yang dikaji oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sangat dwifungsional
"Kajian Amdalnya Keren nih, Dwifungsi Proyek Infrastruktur dengan kajian paling top, mendalam dan Lengkap Dwifungsi jalan tol, buat mobil bisa, buat perahu bisa#GueInginGantiPresiden," kicau akun Twitter @TopeRendusara, yang dipantau Akuratco, Kamis (7/3/2019)
baca juga:
Ada juga @dey_mamanya2dha yang mempertanyakan kenapa kota kelahirannya mulai alami banjir semenjak adanya pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)
"Kota kelahiran, Daerah Madiun dan Ngawi banjir Rata-rata daerah yang berdekatan dengan tol Apakah ini dampak dari pembangunan tol? Padahal selama 30 tahun nggak pernah banjir parah kaya gini Semoga banjirnya segera surut," tanyanya
Soal Amdal juga dicuitkan @rinaldi_niki Sebab, dia melihat banjir yang terjadi tidak secara keseluruhan jalan tol Hanya ruas tertentu saja yang terdampak oleh banjir
"Tol yang dibangga-banggakan, coba perhatikan video-nya, persoalan bukan pada banjirnya tetapi kenapa hanya sebelah tol saja yang banjir, apakah daerah ini juga banjir sebelum ada tol, kalau tidak berarti amdal-nya perlu dipertanyakan, benar kata @rockygerung di ILC," ujarnya
Sementara, warganet yang melintasi jalan tol tersebut melaporkan kejadian macet panjang yang dialami para pengendara mobil Apalagi kemacetan menimbulkan antrean panjang kendaraan yang hendak menuju pintu keluar Tol Caruban
"@e100ss macet parah di exit Tol Caruban udah berhenti sekitar 1 jam akibat banjir," ungkap @onikarestu