Kini Giliran Kirgistan yang Ingin Mengganti Nama Ibu Kota - KOMPAScom

BISHKEK, KOMPAScom

BISHKEK, KOMPAScom - Rakyat Kirgistan amat terkejut dengan rencana seorang politisi mengganti nama ibu kota Bishkek dengan nama seorang tokoh pahlawan mitos masa lalu

Politisi Emilbek Kaptagayev ingin ibu kota Kirgistan diganti menjadi Manas, seorang ksatria yang namanbya menghiasi kisah-kisah kuno hingga abad ke-18

Mantan kepala staf kepresidenan Kirgistan itu menyampaikan idenya itu lewat akun Facebook-nya

Emilbek beralasan, perubahan nama ini akan mencegah keinginan mengganti nama ibu kota dengan nama politisi yang berpotensi memicu perpecahan

Baca juga: Meludah Sembarangan di Kirgistan, Siap-siap Didenda Rp 1 Juta

Dorongan untuk mengubah nama ibu kota ini juga dipengaruhi hal serupa yang dilakukan Kazakhstan

Negeri itu mengganti nama ibu kota Astana menjadi Nur Sultan untuk menghormati Nursultan Nazarbayev presiden pertama yang mengundurkan diri setelah 30 tahun berkuasa

Usulan sang politisi ini mendapat reaksi beragam dari warganet dari yang mengolok-olok hingga yang mendukung

"Manas terdengar lebih bagus dari Bishkek, setidaknya dari sudut pandang estetika," ujar seorang netizen

Netizen lainnya berpendapat Manas adalah "nama yang sempurna" untuk sebuah ibu kota

Sedangkan beberapa netizen lainnya mengatakan, sebaiknya anggaran negara digunakan untuk mengatasi masalah sosial ketimbang "omong kosong" pergantian nama ibu kota

"Rakyat masih hidup dalam kemiskinan, sementera orang-orang bodoh ini ingin mengganti nama ibu kota," ujar seorang netizen dengan nada geram

Emilbek Kaptagayev sendiri juga tak luput dari kritikan para warganet

"Saya kini paham mengapa tak ada yang memberi dia (Emilbek) pekerjaan resmi," ujar seorang warga di situs berita Vestikg

"Lakukan sesuatu untuk kota ini terlebih dulu lalu namakan apa pun sesuai keinginanmu Namakan kota in Kaptagayev jika kau mau," ujar netize lainnya

Baca juga: Naskah Asli Konstitusi Kirgistan Dinyatakan Hilang

Beberapa orang lainya malah mengusulkan agar Kapatagayev yang sebaiknya mengganti namanya menjadi Manas atau bahkan Bishkek

Para politisi kemudian menanggapi hiruk pikuk ini dan sebagian dari mereka menganggap usulan Kaptagayev ini tidak serius

"Kita lebih baik berusaha meningkatkan perekonmian hingga ke level (ekonomi) Kazakhstan lebih dulu sebelum ikut-ikutan mengganti nama ibu kota," kata anggota dewan kota Rysba Amatov kepada radio Maral FM

Maksat Chakiyev, mantan wakil menteri pariwisata, mengatakan bahwa dia ingin mengikuti jejak Kazakhtan yang membangun ibu kota baru

Chakiyev menilai lebih baik Kirgistan membangun ibu kota baru dan menamainya Manas ketimbang mengucurkan anggaran besar tiap tahun untuk meningkatkan infrastruktur di Bishkek

Dan, lanjut Chakiyev, Bishkek bisa tetap menjalankan peran sebagai pusat ekonomu dan keuangan

Hal ini dilakukan Kazakhstan saat memindahkan ibu kota dari Almaty ke Astana pada 1998

Kaptagayev sendiri tak ingin nama Bishkek hilang Dia ingin memberikan nama Bishkek kepada sebuah distrik di kota itu

Distrik itu bernama Sverdlov yang diambil dari nama tangan kanan Vladimir Lenin yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan Kirgistan

Nama ibu kota saat ini diambil dari nama pahlawan legendris Bishkek Baatyr yang diyakini menjadi pemersatu suku-suku kuno Kirgistan

"Mengapa kita harus menamakan semua hal dengan Manas? Apa yang salah dengan Bishkek? Itu nama Kirgistan yang bagus," ujar seorang netizen

"Semua mengatakan hanya mengetahui Bishkek Baatyr lewat legend, tetapi hal yang sama juga terjadi pada Manas," tambah dia

Baca juga: Video Panasnya Beredar, Pemimpin Spiritual Kirgistan Mundur

Usulan ini memunculkan kembali ide mengembalikan nama kota ini ke nama lamanya Frunze di era Uni Soviet

Nama ini diambil dsri Mikhail Frunze, pemimpin militer yang menaklukkan Kirgistan untuk kaum Bolshevik

"Mikhail Frunze mungkin nama seorang komandan Soviet, tetapi setidaknya dia adalah sosok nyata," kata seorang warga kepada Radio Azzatyk


wwwkompascomwwwkompascom
Advertisement iklan