Ingin Melihat Sakura, Turis Berpakaian Kimono Ini Dibekuk Satpam Universitas - KOMPAScom

WUHAN, KOMPAScom

WUHAN, KOMPAScom - Sebuah universitas di kawasan China tengah disorot setelah membekuk dua orang turis yang hendak melihat bunga sakura

Dalam keterangan tertulisnya Senin (25/3/2019), Universitas Wuhan menyatakan turis itu dibekuk karena belum membuat perjanjian untuk berkunjung

Namun diwartakan SCMP Selasa (26/3/2019), terdapat juga larangan dari universitas setelah wisatawan yang masuk tidak diperbolehkan mengenakan pakaian Jepang

Baca juga: Sandiaga: Kami Open Kimono, Kami Buka Semuanya

Kebetulan, salah satu dari turis itu mengenakan pakaian mirip kimono untuk melihat lebih dari 1000 batang pohon sakura di universitas

Dalam keterangan universitas, awalnya dua turis yang bermarga Dan serta Zhang datang ke kampus Minggu (24/3/2019) Saat itu, hanya Dan yang baru membuat janji

Mereka dihentikan oleh petugas perempuan dan sempat berbicara selama enam menit Nampaknya, petugas itu khawatir dengan keselamatannya, dan memanggil kolega pria

Sejumlah saksi mata mengungkapkan Dan dan Zhang sempat menghina petugas perempuan tersebut, dan bergumul dengan satpam pria sebelum diminta keluar

Sakura itu ditanam pasukan pendudukan Jepang pada akhir 1930-an Saat itu, Kantor Komando Pusat Jepang di China terletak dekat kawasan yang kini jadi universitas

Keterangan universitas tidak menyebutkan apakah kampus menahan karena pakaian Namun dalam video yang beredar, dua turis itu sempat beradu argumen

Si turis bersikeras pakaian yang dia kenakan bukan kimono Melainkan pakaian dari Dinasti Tang yang berkuasa antara abad ketujuh hingga 10 Masehi

Kepada situs cqcbcom, polisi menyatakan mereka tengah menyelidiki bagaimana insiden itu terjadi, dan apakah kedua turis itu benar mengenakan baju Dinasti Tang

Kemungkinan turis itu memakai kimono memunculkan perdebatan warganet mengenai larangan dalam mengenakan pakaian ala Jepang yang dikeluarkan universitas

Sepuluh tahun silam, ibu dan anak diusir dari universitas setelah mengenakan pakaian ala Jepang Namun ada netizen yang bersikeras aturan itu tak ditemukan

Meski begitu, ada juga warganet yang mengatakan seharusnya turis itu malu jika dia kedapatan memakai kimono dan tampil di depan publik

Malah, ada juga warganet yang menyarankan agar pohon sakura itu ditebang karena dianggap sebagai simbol penjajahan yang memalukan bangsa

Menanggapi saran itu, ada warganet yang berkomentar seharusnya mereka tidak mengenakan jins maupun kaus karena dibuat oleh Barat yang juga pernah menjajah China

Baca juga: Cantiknya Bunga Tabebuya di Surabaya: Mekar di Musim Hujan, Mirip Musim Sakura di Jepang


wwwkompascomwwwkompascom
Advertisement iklan