Bikin Warganet Naik Pitam! Usai Hina TNI yang Gugur Andhre Marozz Kini Bilang Hadiahi Penangkapnya Rp 1 M - Semua Halaman - GridID

GridID

GridID – Belum hilang duka yang dirasakan keluarga Kopasus yang gugur melawan KKB Papua, muncul aksi penghinaan terhadap prajurit Kopasus tersebut

Bukannya ikut berkabung, seorang pemilik akun media sosial justru berani menghina anggota Kopasus yang gugur tersebut

Tak hanya menghina, ia bahkan menantang semua orang dan mengatakan akan memberikan hadiah Rp 1 miliar kepada siapa saja yang mampu menangkap dirinya

Hadiah Rp1 miliar untuk menangkap penghina Kopassus dilontarkan langsung oleh pemilik akun FacebookAndhre Marozz

Baca Juga : Pamit Pergi 10 Hari, Begini Curahan Hati Pilu Kekasih Serda Yusdin, Anggota Kopasus yang Tewas Tertembak di Papua

Dia juga adalah pelaku penghina Kopassus tersebut

Seperti diberitakan pemilik akun Facebook Andhre Marozz memantik kemarahan netizen di tengah suasana duka yang dialami prajurit TNI dan Kopassus melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua

"Asli Gemetar Semua badan saya melihat Status ba**ngan ini!! Kami mati²an buat merebut semua nya Demi NKRI, dia malah ngomong kayak gituu!! " tulis akun Robby Abrianto

Rupanya gelombang amarah netizen tidak menghentikan pemilik akun Andhre Marozz Dia malah menjadi-jadi

Ia menantang orang-orang untuk menangkap dirinya dan menawarkan hadiah Rp1 miliar

Namun, belakangan akun Andhre Marozz telah hilang dari Facebook

Baca Juga : Baret Merah Kebanggaan Kopasus ia Banting di Hadapan Komandannya!

Hadiah Rp 1 Miliar untuk Menangkap Pemilik Akun Penghina Kopassus Gugur Lawan KKB Papua

Kolase FB

Hadiah Rp 1 Miliar untuk Menangkap Pemilik Akun Penghina Kopassus Gugur Lawan KKB Papua

Walau begitu, warganet bersikukuh mencari keberadaan Andhre Marozz tersebut

Sontak, tulisan Andhre Marozz tersebut membuat netizen marah karena bernuansa menghina

Bagi netizen yang bersimpati atas perjuangan Prajurit Kopassus tersebut, mereka tentu marah atas apa yang dilakukan oleh Andhre

Beberapa akun Facebook secara terang-terangan menyatakan akan mengejar pemilik akun Andhre Marozz untuk membuat perhitungan

"Ke lobang SemutPun bakalan kami cari kau!!

Baca Juga : Tantang 600 Personel TNI, Pimpinan KKB Lekagak Telenggen: Presiden Jokowi, Kami Tidak Takut Siap Jemput

Pekan lalu, ada tiga prajurit TNI gugur di medan perang melawan KKB papua

Salah satunya adalah prajurit Kopassus asal Dusun Pateh, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Serda Siswanto Bayu Aji (24)

Diketahui Serda Siswanto Bayu Aji gugur setelah terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019)

Rumah duka korban, yang berada di pinggir jalan raya telah dipenuhi karangan bunga, di antaranya karangan bunga dari Panglima TNI, Danjen Kopassus, Pangdam IV Diponegoro, Danrem, dan Dandim 0717 Purwodadi

Baca Juga : Dengar Teriakan dalam Makam, Polisi Terkejut Dapati Pria Hidup di Dalamnya

Kabar gugurnya Bayu, sapaannya itu, membuat keluarganya di kampung halaman berduka

"Saya sebelumnya mendengar informasi itu, namun saya baru percaya setelah Pak Danramil Wirosari menyampaikan kabar duka tersebut ke rumah, menjelang isya Saya ikhlas, karena putra saya gugur demi negara," tutur Ayahanda Bayu, Iskandar, saat ditemui di rumahnya, Jumat (8/3/2019)

Di mata keluarga, Bayu dikenal berkepribadian baik dan rajin beribadah

"Selama tugas di Papua, Bayu sering menelepon memberi kabar Saya tidak pernah menghubungi lebih dulu karena takut mengganggu tugasnya Bayu berangkat tugas ke Papua sekitar dua bulan lalu Bayu anak yang baik dan tidak neko-neko Shalatnya rajin," ungkap dia

Jenazah prajurit Kopassus itu diantar menumpang mobil ambulans TNI menuju kediaman orangtuanya dengan pengawalan ketat

Sejumlah kerabat dan tetangga yang sudah lama menunggu pun tak kuasa meneteskan air mata saat menyambut jenazah Bayu yang tertutup peti berbalut bendera merah putih

Nampak Ibunda Bayu, Safitri syok Ia pingsan setelah menangis histeris melihat jenazah Bayu

Kedatangan jenazah Bayu juga disambut oleh sejumlah personel TNI dari segala unsur baik dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Pun demikian perwakilan pihak Polri juga berdatangan ke rumah duka

Baca Juga : Timbun Banyak Bakteri dan Virus, Sebaiknya Jangan Makan 6 Bagian Ayam Berikut ini

Berencana Menikah

Bayu mulai diterima sebagai prajurit TNI pada 2016

Sampai akhirnya masuk satuan Kopassus di Bogor dan bertugas di Papua pada Januari 2019

Ternyata Serda Siswanto sudah berencana menikah sepulangnya dari tugas di Papua

Menurut Suraidi, Bayu, anak semata wayangnya, akan menikah dengan kekasih sejak SMA-nya bernama Gilang, warga Kecamatan Wirosari, Grobogan

"Bayu lama berpacaran dengan Gilang tetangga desa Sejak SMA hingga saat ini Gilang seorang perawat Dia rela menunggu Bayu meski ditinggal kerja jadi sopir di perusahaan batu bara di Kalimantan hingga menjadi anggota TNI," kata Suraidi Iskandar

"Kami berencana menikahkan keduanya sepulang Bayu bertugas di Papua Namun Sang Khalik terlanjur menjemputnya" sambungnya

Iskandar mengatakan jika sebelum peristiwa nahas menimpa putranya, dia semacam mendapat firasat aneh saat sedang shalat tahajud, ibadah sunah shalat di waktu sepertiga malam terakhir

Menurut Iskandar, firasat yang dialaminya menggetarkan jiwanya

Baca Juga : Timbun Banyak Bakteri dan Virus, Sebaiknya Jangan Makan 6 Bagian Ayam Berikut ini

"Saat saya tahajud, berkali-kali saya mendengar bisikan kalimat Seperti ini kalimatnya: TNI kalau gugur saat bertugas Insya Allah dimakamkan di makam Pahlawan Kalimat itu dulu sering diucapkan Bayu kepada saya saat mengobrol Saya langsung takut menerima firasat itu Sedangkan dia bertugas dan saya tak mau menganggunya," terang Iskandar

Iskandar mengaku terakhir berkomunikasi dengan Bayu pada akhir Februari 2019

Sejak saat itu Ayahanda dan Ibunda Bayu terus saja menanti kabar melalui sambungan telepon dari Bayu

Ternyata penantian panjang itu pun berakhir pilu

"Menunggu kabar enggak kunjung datang, malah kabar kematian Bayu yang kami terima Kami berusaha ikhlas karena anak saya anak yang baik dan gugur menjalankan tugas untuk negara," pungkas pensiunan Kepala SDN 3 Mojorebo, Wirosari, Grobogan ini

Jenazah prajurit Kopassus Serda Siswanto Bayu Aji (24) dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (9/3/2019) sekitar pukul 0900

Upacara pemakaman secara militer berlangsung khidmat dan tertutup dengan diawali tembakan salvo dari beberapa prajurit Kopassus

Jenazah warga Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, itu dipanggul oleh enam prajurit Kopassus setelah dibawa menggunakan ambulans TNI

Pihak keluarga pun turut mengiringi jenazah Bayu yang diangkut di dalam peti berbungkus bendera merah putih menuju liang lahat

Berdasarkan pantauan Kompascom, dari sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa yang terpajang di rumah duka, terlihat almarhum Bayu menerima kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA)

Tersematkan tulisan Sertu Anumerta Siswanto Bayu Aji di beberapa karangan bunga dari instansi TNI

"Informasi yang saya terima menerima kenaikan pangkat," tutur ayah Bayu, Suraidi Iskandar

Dalam rilis Kodam XVII/Cendrawasih yang diterima Kompascom, pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan pengamanan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga

Tiba-tiba, pasukan diserang secara mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 0800 WIT

"Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara," kata Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M Aidi

Aidi mengatakan, serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur

Namun, pihaknya memperkirakan sekitar 7-10 orang KKB juga tewas dalam kontak senjata tersebut

Pihak TNI menyita lima pucuk senjata milik KKB

"Ada juga satu orang mayat ditemukan, diduga merupakan salah satu anggota kelompok KKB Dari peristiwa kontak senjata itu juga setidaknya 7-10 orang anggota KKB yang tewas

Namun, mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya," ujar Aidi

Baca Juga : Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Menahan Pedih Saat Sang Anak Meninggal dalam Gendongannya

Egianus Kogoya membantah

Sementara itu, pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoyamembantah pernyataan TNI soal 10 anggota KKB tewas dalam baku tembak dengan TNI pada Kamis (7/3/2019) kemarin

Pernyataan Egianus Kogoya itu disampaikan di akun Facebook TPNPB pada Jumat (9/3/2019)

Melansir Tibun Video, Egianus Kogoya dan Komadan operasi Pemne Kogoya menuliskan bahwa siap bertanggung jawab terkait tewasnya 3 anggota TNI dalam penyerangan tersebut

"Kami pimpinan militer TPNPB Kodap III Ndugama siap bertanggung jawab atas peristiwa 3 anggota TNI yang tewas dan 4 Pujuk senjata yang kami miliki," tulis TPNPB

Mereka membantah pernyataan TNI soal 10 anggota TPNPB tewas dan merebut 7 senjata dari anggota KKB

"Kami membantah keras pemerintah RI menganyatakan 10 anggota TPNPB tewas dn TNImerebut 7 senjata dari tangan TPNPB/OPM itu pebohongan Publik yang lewat batas," lanjutnya

Pimpinan KKB tersebut juga akan mengirim video dan foto fisik agar dunia melihat buktinya

"Kami akan krim Video dan Foto fisik dalam bulan ini untuk Dunia akan melihat buktinya," tulis TPNPB

Mereka menambahkan bawa perang di Ndugama, TNI telah membakar 27 rumah Distrik Yal dan Distrik Derakma

"Serulu Dunia pedukung papua merdeka ketahui bahwa perang di Ndugama TNI membakar 27 rumah honai Warga distrik Yal dan Distrik Derakma dari tanggal 1 maret sampai 7 maret 2019," lanjutnya

Egianus Kogoya juga mengaku telah berhasil merebut beberapa pucuk senjata miliki TNI

Sekali lagi, mereka menegaskan senjata yang telah direbut tidak akan dikembalikan

"Senjata yang kami rebut dari tangan TNI pada tanggal 7, tidak akan kembalikan Senjata sudah jadi milik kami KODAP III Ndugama," tulisnya (*)

Artikel ini telah tayang di Suryacoid dengan judul, "Perburuan Penghina Prajurit Kopassus yang Gugur Lawan KKB Papua, Berhadiah Rp 1 Miliar"

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

Usai Hina TNI yang Gugur Andhre Marozz Kini Bilang Hadiahi Penangkapnya Rp 1 M
Advertisement iklan