Heboh di Sosmed, Pria Diduga Hina Bahasa Sunda Bikin Geram Warganet - Pojok Jabar

P

...

POJOKJABAR.com, PRIANGAN– Sosok pemuda bernama Wahyu Arifin menjadi heboh di kalangan warganet gara-gara diduga sempat menghina Bahasa Sunda di media sosial, Minggu (14/7/2019).

Berdasarkan pantauan Pojokjabar.com, akun dan postingan dirinya dibagikan beberapa warganet di media sosial. Salah satunya di grup Info Karawang.

Baru-baru ini, diduga pemilik Wahyu Arifin  membuat postingan lantaran belum lama ini akunnya menjadi bahan pembicaraan warganet di media sosial.

“Akun Kampret fb saya ada yg bajak taik knpa hina” bahasa sunda .!
Gx tau apa” jadi ribet gara” orang tidak bertangung jawab…!
Maaf sodara” klo ad yg koment atau inbok aneh” itu bukan saya….!,” katanya.

Terlihat juga pada sorotan postingan Wahyu Arifin, ia menyebut-nyebut kata-kata kurang layak terkait Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Dugaan hina bahasa Sunda

Dugaan hina bahasa Sunda./Foto: Istimewa

 

Berikut ini beberapa komentar warganet yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

Sarya,”tenang ges aya tim penciduk jeng intel na kege moaal lila oge aya carita budak iyeu di karungan….,”

Aguz Sobek Gableg berkomentar, “aing ge tato mh nyettt ulh so jago sia babi teu ngeunah aing bhasa ainf d lecehkn,”

Dugaan hina bahasa Sunda

Dugaan hina bahasa Sunda./Foto: Istimewa

 

Komentae Sangkuriang Tea, “Piresepen pereup NU kie. Tempo benang mah angger mwek. Ke alesan akun di bjaak,”

Aza Agus menulis, “Kumaha.lamun di gerilya tah .bocah. Biasa na.mun kitu lemes tah.jelema kang..lacak hayu
Da bahasa sundha itu budaya..brarti kampret te boga adat jng budaya..tah,”

Dugaan hina bahasa Sunda

Dugaan hina bahasa Sunda./Foto: Istimewa

Setelah ditelusuri, terlihat ia pun sempat meminta maaf kepada warganet lantaran sudah melakukan hal demikian.

“Maaf abang-abangku, sodara-sodaraku, saya atas nama Wahyu Arifin minta maaf sebesar-besarnya. Saya tidak tahu menahu soal yang hina Bahasa Sunda, emang dari kemarin ada yang hack? Dan yang di inbox pun diacak-acaknya, dan saya dikejutkan dengan menghina-hina Bahasa Sunda, maaf sodara-sodaraku, itu bukan saya, dan atas nama saya! Saya minta maaf!”

Sementara, pada akun media sosial Wahyu Arifin, terlihat pada profil bahwa ia pernah sekolah di SMK Nusantara Ciputat.

Tertulis pula lokasi di wilayah ibukota DKI Jakarta.

Hingga terakhir berita ini dinaikkan, terlihat masih ada aktivitaas di linimasa miliknya.

 

 

(mar/pojokjabar)

Halaman Selanjutnya . . . .

Advertisement iklan