VIVA
VIVA – Grup musik Slank ikut pengajian bertajuk Ngaji Kebangsaan bersama Mahfud MD, Ustaz Yusuf Mansyur, dan generasi milenial di Surabaya pada Minggu malam lalu Sayangnya, acara itu mendapat komentar negatif dari sejumlah warganet Mereka yang mencibir berpendapat, acara tersebut kurang pas karena mengajak Slank
"Ngaji itukan mengkaji Mengkaji kebangsaan kita seperti apa Pokoknya bukan cuma satu golongan aja Kita punya banyak suku agama dan segala macem," kata salah satu personel Slank, Ridho, saat ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Senin 8 April 2019
Bagi grup musik yang berbasis di Jalan Potlot ini, perdebatan terjadi karena warganet kurang mengenal siapa mereka Slank beralasan, bukan kali ini saja mereka melakukan kegiatan agama
"Enggak kenal maka enggak sayang Ini bukan pertama kali, ini sudah banyak Kita pernah keliling 80 pesantren," ujar sang penabuh drum, Bimbim
Slank menambahkan, apa yang dikaji pada waktu itu juga mereka implementasikan dalam kehidupan sehari-hari Mereka bukan sekedar ada dan hadir dalam acara tersebut, terlepas dari pihak mana yang mereka dukung dalam Pilpres kali ini Isi kajian itu juga yang Slank terapkan saat berada di atas panggung
"Kemarin Pak Mahfud sempat ngomong yang di acara Surabaya Sebetulnya ini demokrasi di Indonesia bisa jadi pakem di seluruh dunia Termasuk yang paling kondusif, walau pun ada persaingan," ujar Kaka (ren)