Dianggap Penistaan, Buku Harry Potter Dibakar Pastor di Polandia - KOMPAScom

WARSAWA, KOMPAScom

WARSAWA, KOMPAScom - Sejumlah pastor Katolik di Polandia dilaporkan membakar barang-barang yang dianggap sebagai penistaan terhadap agama

Seperti diwartakan AFP via Channel News Asia Senin (1/4/2019), di antara barang-barang yang dibakar, terdapat buku novel fantasi populer Harry Potter

Baca juga: Meski Ada Typo, Buku Langka Harry Potter Terjual Rp 1,2 Miliar

"Kami mengikuti Firman Tuhan," kata seorang pastor di Facebook dengan unggahan barang yang dibakar dalam insiden di kota kawasan utara Koszalin

Saat membakar buku itu, pastor tersebut mengambil ayat Kitab Suci Ulangan yang berasal dari Perjanjian Lama tentang menghancurkan musuh Tuhan, termasuk berhala mereka di dalam api

Unggahan lain memperlihatkan tiga orang pastor membawa keranjang buku dan barang lain seperti topeng bergaya Afrika dari gereja ke tempat pembakaran

Kemudian foto lain menunjukkan seorang pastor tengah berdoa di tempat pembakaran yang memperlihatkan payung bergambar Hello Kitty serta patung

AFP memberitakan, laman Facebook itu milik SMS from Heaven Sebuah yayasan evangelis yang dibentuk untuk menyebarkan agama lewat pesan pendek

"Saya berharap ini lelucon Serius?! Apa mereka membakar literatur abad ke-21 dalam ritual menjijikkan?" tanya seorang warganet di Facebook

"Sangat sulit bagi saya untuk meyakini bahwa mereka tengah melakukan perbuatan yang begitu terbelakang!" keluh netizen Facebook lainnya

Pertama kali muncul pada 26 Juni 1997, petualangan penyihir bernama Harry Potter dan dua sahabatnya, Ron Weasley dan Hermione Granger, langsung mendunia

Dikarang oleh penulis Inggris JK Rowling, novel Harry Potter telah terjual hingga 500 juta kopi di seluruh dunia, dan diterjemahkan dalam 80 bahasa

Meski begitu, perjuangan Harry Potter mengalahkan penyihir hitam Lord Voldemort itu dikritik karena terlalu fokus kepada ilmu sihir

Baca juga: Kampus di India Bikin Mata Kuliah Berdasarkan Buku Harry Potter


wwwkompascomwwwkompascom
Advertisement iklan